Stikes Bhamada Slawi Tegal sejarah

Sejarah berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi (selanjutnya STIKes Bhamada Slawi) yang pada awalnya dimulai dengan Akademi Keperawatan tahun 1995, disusul kemudian dengan berdiri Akademi Kebidanan tahun 2002. Pada saat itu kedua program studi masih terpisah dan mempunyai visi, misi tersendiri yang mengacu kepada ketetapan dan pencapaian visi, misi Pusdiknakes Kemenkes RI.

Pada tahun 2005, Yayasan Pendidikan Tri Sanja Husada (selanjutnya YPTSH) mengajukan perubahan bentuk menjadi STIKes Bhamada Slawi dengan menggabungkan Akper dan Akbid Bhamada menjadi Program Studi (selanjutnya Prodi) D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan, serta  menambah Prodi  Keperawatan jenjang S1 berdasarkan Surat Keputusan (selanjutnya SK) Mendiknas nomor 126/D/O/2005, tanggal 6 September 2005. Berikutnya menyusul Prodi Profesi Ners, Prodi S1 Farmasi, dan Prodi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (selanjutnya K3).

Perubahan fundamental terjadi pada periode tahun 2012 tersebut, semua unsur yaitu yayasan, pimpinan dan seluruh sivitas akademik menyatukan tekad dan berkomitmen untuk membangun organisasi yang sehat untuk mencapai keunggulan lulusan yang profesional agar mampu berdaya saing  pada era kompetisi global.

Pada  tanggal 21 September 2018, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi oleh PLT BUPATI Kab. Tegal bersama dengan ketua Yayasan meresmikan gedung baru STIKES Bhamada Slawi. Dengan demikian pihak STIKES Bhamada Slawi semakin bersemangat dalam melakukan pengembangan-pengembangan hingga menuju kampus bertaraf internasional.

Prestasi demi prestasi yang telah dicapai oleh Stikes Bhamada Slawi menjadi bukti bahwa sekolah tinggi ini layak menjadi pilihan menganyam ilmu pendidikan di bidang kesehatan terutama farmasi, keperawatan, kebidanan, dan juga K3. Stikes Bhamada Slawi telah didukung oleh pihak pengajar yang handal dan profesional sesuai bidang yang dtekuni. 

Stikes Bhamda Slawi telah berhasil mencetak lulusan-lulusan yang berkompeten dibidangnya. Hal tersebut dibuktikan oleh berbagai instansi pemerintahan maupun swasta yang merekruit para lulusan Stikes Bhamada Slawi. Selain itu para lulusan juga mampu mengembangkan ilmunya di dalam lingkungan masyarakat, khususnya masyarakat kota maupun desa sebagai tenaga medis, asisten kesehatan dan bidan.